Jangan Pernah Beri Kesempatan

Tindak kriminal pencurian motor dan perampokan yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi membuat masyarakat resah, khususnya mereka yang berada di kawasan Jabodetabek. Pasalnya, tindak kriminal tersebut sering terjadi di kawasan Jabodetabek. Polda Metro Jaya terpaksa harus merevisi peta kawasan kriminal karena tindak kriminal yang terjadi sudah ‘pindah jalur’ dan semakin meluas. Dari empat kawasan penyangga kota Jakarta, kawasan Tangerang paling rawan. Untuk daerah Jakarta Raya, Jakarta Barat dan Timur paling rawan sebab tindak kriminal tersebut paling sering terjadi di daerah itu. Hal ini sangat berbeda dengan peta kawasan rawan kriminal yang dibuat sebelumnya oleh pihak Polda Metro Jaya.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindak kriminal, salah satunya adalah faktor perbedaan tingkat ekonomi yang mengarah pada tingkat kesejahteraan dan kemiskinan. Sebagian besar pelaku kriminal—khusunya curanmor dan perampokan adalah orang-orang yang sedang membutuhkan dana. Mereka adalah pengangguran yang tak memiliki pemasukan untuk menghidupi dirinya sendiri dan mungkin juga keluarganya. Fenomena ini menyebabkan kecemburuan sosial di kalangan masyrakat.

Selain itu, adanya kesempatan juga salah satu faktor adanya tindak kriminal. Biasanya para korban dari tindak kriminal ini adalah mereka yang ‘memberi’ kesempatan pada pelaku sehingga terjadilah tindak kriminal itu.

Tren terbaru di era ini, pelaku tindak kriminal menggunakan senjata yang berbeda dari biasanya—senjata tajam. Sekarang mereka lebih camggih lagi dengan menggunakan senjata api seperti pistol—baik yang rakitan maupun yang asli. Belum lagi alat-alat lain yang bersifat merusak keamanan aset kita. hal ini menyebabkan kerugian yang lebih besar, karena baik berhasil ataupun tidak tindak kriminal ini akan tetap merugikan. Ada kemungkinan pelaku akan menembak meski tidak mendapatkan barangnya sehingga bisa saja korban masuk rumah sakit atau bahakan masuk liang lahat.

Yah, intinya jangan sekali-kali kita lengah pada apaun disekitar kita, karena boleh jadi kejahatan ada di dekat kita, bahkan di rumah kita sendiri. Saling mengingatkan adalah tugas kita sesama manusia, karena harfiahnya manusia adalah lupa.

Febrynand Putra

Published in Media Indonesia Daily (Nov, 22 2010)

Category: Academic
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *